Episode 5

1594 Words

"Mas, Mas Arman...." Kugoncang tubuh yang masih melingkar di bawah selimut itu, membangunkannya dari lelap. Mas Arman bergeming, tak menghiraukan panggilanku hingga harus kembali kuulangi lagi membangunkannya dengan lebih keras. "Mas Arman, bangun! Sudah siang!" Mas Arman akhirnya bangun dan mengucek kantong mata yang terlihat merah seperti orang kurang tidur. Padahal hari sudah pukul tujuh pagi. Apa Mas Arman semalam tidur larut hingga jam segini masih belum puas istirahat? Tadi malam aku memang tidur lebih cepat hingga tak sempat mengetahui jam berapa Mas Arman masuk kamar, tahu-tahu bangun pagi tadi sudah ada di sampingku. "Ada apa, Nis? Ngapain sih bangunin Mas pagi-pagi begini?" tanya Mas Arman dengan nada tak suka karena terpaksa bangun cepat dari biasanya. Tak seperti sebel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD