Raffa pergi dari Diskotek hampir tengah malam. Sementara Vano pergi ke Hotel bersama Tante yang memakai jasanya. Meski kepalanya agak sedikit berdenyut, tetapi Raffa tetap memutuskan untuk pulang ke Apartemen. Nanti setibanya di sana, dia akan langsung tidur saja—pikirnya. Jalanan mulai terlihat sangat sepi, apalagi arah dari Diskotek menuju tempat tinggalnya terkenal rawan. Jarang sekali Raffa pulang di jam segini. Dia terbiasa pulang subuh atau pagi. Tidak ada yang perlu ditakuti. Akan tetapi, perasaannya sejak tadi tidak enak. Rasanya seperti ada orang yang tengah mengikuti mobilnya dari belakang. Raffa melirik sekilas dari kaca spion. Dan, benar saja. Dia melihat jika ada mobil sedan hitam melaju agak kencang tengah membuntutinya. Seperti hendak ingin mendahului. Namun, dengan siga

