Pagi itu langit akhirnya kembali cerah. Sinar matahari yang terang menembus celah jendela kamar Ansel. Ia baru saja selesai mandi ketika ponsel di atas nakasnya terus berbunyi tanpa henti. Ting… Ting… Ting… Ansel mengernyitkan dahi. “Apaan sih, berisik sekali…” Ia pun meraih ponselnya. Begitu melihat layar, matanya langsung terbelalak kaget. “Seratus dua puluh tiga ribu pengikut?” Ansel mengusap matanya perlahan seolah memastikan tidak salah lihat. “Apa ini… apa gue salah baca?” Ia segera menekan tombol penyegaran. Ternyata jumlahnya justru bertambah lagi. 124.011 pengikut. “Ya ampun…” gumamnya tak percaya. Ansel lalu membuka kolom komentar, dan terlihat banyak tulisan seperti ini: “Kakak sangat cantik sekali.” “Pantas saja Pangeran Skyler terus menoleh ke arahnya.” “Sungguh

