10 hari

909 Words

Pagi itu langit tampak cerah bersih setelah beberapa hari diguyur hujan. Sinar matahari masuk lewat jendela kamar Ansel, menyinari koper putih yang sudah tertutup rapi di samping tempat tidur. Ansel berdiri di depan cermin sambil merapikan penampilannya: blazer krem, kaus putih polos, celana panjang senada, dan sepatu olahraga putih. Riasannya sangat tipis, terlihat alami seperti biasanya. Ia menarik napas panjang lalu tersenyum tipis. "Hanya sepuluh hari saja. Semoga semuanya berjalan lancar." Tak lama terdengar ketukan di pintu. Tok... tok... tok... "Sel?" suara Alex terdengar dari luar. "Masuk saja, Bang." Pintu terbuka. Alex masuk sambil memegang paspor dan tiket pesawat. "Putri kesayangan sudah siap?" Ansel tersenyum lebar. "Siap, Kapten!" Alex tertawa. "Masih sempat bercand

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD