Kepedihan Hati

1394 Words

Di pagi hari, tuan muda bersiap ke kantor. Aku seperti biasa menyiapkan keperluannya. Belakangan tuan muda kerap terpantau melamun, begitu melihatku dia seketika tersenyum. Aku bukannya ingin mencurigai suamiku, hanya saja mengingat kalau dia telah melakukan banyak hal untukku, di dalam hati ini aku merasa sekarang aku yang harus membantunya. Aku memikirkan kalau tuan muda tak ingin memberitahukan masalahnya karena takut aku khawatir, tuan muda orang yang paling menyayangi aku setelah ayahku, ditambah lagi saat ini dia bersikap lain karena ada bayi dalam perutku. Dia pergi setelah mencium sayang perutku dan mengecup keningku juga. Di dalam kamar aku berpikir, saat ini aku memiliki banyak uang juga. Tetapi seandainya aku mengirim orang untuk memata-matai suamiku, mungkin ada yang akan c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD