Sinar matahari pagi menyusup dari sela-sela tanaman mawar, aku yang sedang hamil menyiraminya dengan pelan. Sangat bahagia walau ada sedikit ruang kosong, karena Reva dan Kela belum kembali. Tapi, tuan muda meyakinkan kalau mereka baik dan sehat dalam perlindungan Hu. Tuan muda berkata akan bernegoisasi dengan Emmeric Thomas atas insiden yang terjadi menggerogoti perusahaan mereka dari dalam. Saham keluarga Thomas menggelinding ke level terendah sepanjang hayat mereka. Aku pikir semua pemberitaan sudah begitu banyak mengulas kasus itu, tetapi aku tidak mau peduli. "Selma." Suara menghentikan lamunanku, aku menoleh dan melihat sosok yang mirip suamiku. Itu Tuan besar. Beliau datang dan wajahnya terlihat lembut, tidak tegang seperti terakhir kami bertemu. Pastilah suasana hatinya baik.

