40

1036 Words

"Valen," panggil Margareta, dari bawah perempuan itu melihat Valen sedang termenung, matanya menerawang menatap ke laut lepas. "Udah malam, ayo pulang," ajak perempuan itu. Valen bergeming dia masih sangat kesal dengan Margareta. Margareta sebenarnya mengakui kalau dirinya egois. Dia terlanjur emosi sehingga marah-marah kepada Valen, karenanya pertengkaran pun terjadi, tetapi setelah berbincang dengan Mahesa, Margareta akhirnya sadar tidak ada gunanya marah terlalu lama. "Sekarang tinggal hanya tinggal kita bertiga, kalau lo ngambek gini gue, gue nanti sama siapa? sama Mahesa?" Ada keengganan dari wajah Margareta, karena dirinya sudah terlanjut nyaman dengan pemuda berusia delapan belas tahun itu. Valen melirik sekilas, kemudian tatapannya kembali lagi melihat lautan yang gelap. "Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD