Semesta terkadang seperti mengajak bercanda. Tadi Valen terbangun karena sinar matahari yang begitu terik dan itu cukup mengganggunya. Sekarang saat dia dan Margareta berjalan untuk menuju ke hutan persinggahan matahari seakan enggan untuk menemani. Hutan seketika menggelap, selain karena rapatnya tumbuhan ditambah dengan gumpalan awan hitam yang entah datang darimana. Seingat Margareta dan Valen sedikit pun tidak ada awan hitam di langit tadi saat dia hendak pergi. Hanya gumpalan seputih kapas yang berarak dibawa angin. “Cepat keburu hujan,” ajak Lintang, jalannya dipercepat, medan yang cukup terjal mereka terabas seperti mobil di lintasan balap. “Padahal tadi kalian lihat sendiri, kan, ini panas banget kenapa tiba-tiba jadi mendung begini.” Margaretha mengeluh berkali-kali perempuan i

