"Dari tadi Euis telepon. Hape Neng Esih mati?"tanya Kang Engkus. "Oh, iya. Tadi dimatiin karena dicas. Ada berita apa, Kang?' "Besok diajak keluar sama Euis. Ada rujak enak," ucap Kang Engkus dengan suara agak keras saat tahu Tara sedang berjalan mendekat. Pria tua ini tidak mau niatnya dengan Euis untuk membantu Esih gagal karena Tara menaruh rasa curiga. "Ini dia yang ditunggu-tunggu Neng Esih, Kang. Dia dari tadi ngomong mau beli rujak sama Neng Euis," sahut Tara yang telah berdiri di antara mereka. Kang Engkus pun tersenyum dengan lega. "Besok pagi aku boleh ke rumah Euis, Aa'?"tanya Esih dengan ekspresi manja. "Besok Aa' antar ke sana. Sekalian mau ke belanja material," balas Tara. Terdengar dering telepon dari dalam saku, Tara buru-buru mengambilnya. Ia melihat tangkapan layar s

