Sampai pada akhirnya, bau harum tersebut menghilang di depan ruang ICU. Kedua mata Hendrik terbelalak saat ia melihat Dania sedang berdiri menghadap jendela kaca ruang ICU seperti sedang bercakap-cakap dengan seseorang dalam ruangan. Padahal wanita tersebut sedang sendiri. Sementara di dekat ranjang pasien ada Tara dan seorang dokter. Kebetulan ada Seorang perawat melintas di dekat mereka. Hendrik buru-buru bertanya,"Maaf, Sus. Boleh saya tahu, pasien sakit apa?" "Korban tabrak lari, Pak. Sudah ada tiga minggu koma dan pihak keluarga meminta alat bantu dicabut. Suaminya telah mengikhlaskan," jelas perawat dan Esih ikut mendengarkan hal tersebut. Esih seketika protes dengan raut wajah kesal. "Jahat banget suaminya. Bilang ke dokter, Sus! Bukannya dokter yang lebih tahu soal kesehatan pas

