"Jawab pertanyaanku dan itu akan tentukan nasibmu," balas pria berwajah bersih rupawan dengan senyum paling manis yang dijumpai oleh Esih. Wanita ini harus segera menjawab dengan tepat. Dirinya ingin segera tahu akhir dari kebingungannya. "Ada banyak yang mencintai aku, meski suamiku tidak. Aku punya banyak harapan dan itu akan aku lakukan. Tentu saja aku punya seseorang yang sangat aku sayangi dan kami akan segera bersama setelah perceraian aku dengan Aa' Tara," jawab Esih lugas. "Baiklah, kalo itu pilihanmu. Bersiaplah!" Seketika sebuah cahaya terang benderang menyambar Esih. Tubuh wanita ini terempas dengan dahsyat. Ia merasakan kesakitan yang teramat nyeri. Tiba-tiba Esih terdampar di ruang tanpa batas dengan keadaan melayang. Ia mendengar detak jantung dan suara tarikan napas. Ia t

