"Loh, kata Pak Dokter gak boleh makan nangka dulu, Ustazah” sahut Iis yang tak jadi mencicipi kuah kolak. “Gak papa. Nangkanya cuma sedikit,” balas Ustazah Annisa lalu membaca doa dan meniupkan masing-masing sebanyak tiga kali ke perut Iis dan Esih. Euis pun menatap heran dengan aktivitas yang baru saja dilakukan oleh Ustazah Annisa. “Tadi doa khusus buat kesehatan bayi dan ibunya," jelas Ustazah Annisa yang paham akan keheranan Euis. "Tapi, di perut Esih, kan ...." “Gak apa. Ini juga atas saran Ustaz Hamid. Bisa jadi buat kesehatan ibu bayi," jawab Ustazah Anissa. "Begitu, ya, Ustazah. Maaf," balas Euis sambil bangkit lalu berjalan ke luar ruangan dengan raut wajah sedih. Euis berlari ke bawah pohon mangga lalu menangis terisak-isak. Ia tak ingin suara tangisannya di dengar oleh Esi

