Bab 35. Kemarahan Viona

1405 Words

"Waktumu habis, ayo cepat putuskan!" seru Dela memaksa Ivan untuk memilih. "Baiklah, untuk kebaikan semuanya, aku pergi!" ujar Viona memilih mengalah. Ivan langsung berseru, "Jangan pergi Vio, biar aku saja. Lanjutkan tugasku sebagai CEO!" Akhirnya ia memutuskan pergi dan segera meninggalkan kantor itu dengan kesal. Tentu saja semua itu di luar ekspektasi Dela. Melihat Ivan pergi, mau tidak mau ia mengikutinya. Namun, wanita itu sempat menyampaikan ultimatum kepada Viona. "Ingat urusan kita belum selesai, awas kau!" desisnya sambil berlalu. "Aku akan selalu siap menunggumu!" sahut Viona tidak gentar sedikit pun. Ivan segera meninggalkan kantor pemasaran real estate itu dengan diikuti oleh Dela. Sungguh ia tidak habis pikir bagaimana mungkin istrinya bisa tahu soal Viona. Ivan yaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD