Eps 18

765 Words
Seperti disebuah danau yang indah ada seorang gadis yang sedang menatapnya "Mommy" gumam rara "Iya ini mom sayang" ucap mommy rara a.k.a sarah "Rara kangen sama mommy" ucap rara seraya memeluk momnya "Rara yang kuat ya,oh iya rara masih ingat sama xio?" Tanya sarah "Xio? oh iya rara ingat mom" ucap rara "Dia selalu ada didekat kamu sayang dia selalu melindungi kamu" ucap mom sarah "Xio selalu didekat rara?" Tanya rara "Iya sayang suatu saat kamu akan tau,mom pergi dulu dan kamu kembalilah" ucap mom sarah lalu pergi terbawa angin "MOMM" teriak seyra "Hah ternyata hanya mimpi" guman seyra "Xio?dimana kamu? Atau MR.X itu kamu?" Batin seyra Tanpa banyak berpikir lagi seyra segera beranjak dan menuju kamar mandinya "Selamat pagi mah" ucap seyra "Pagi sayang" balas mama vina "Yang lain kemana mah?" "Yang lain gak mau sarapan sama mama sey,papamu dah pindah kerumah si ana itu" ucap mama vina yang didalamnya terdapat kesedihan "Udah mama tenang aja oke kan masih ada seyra" ucap seyra menenangkan mama "Yaudah kamu buruan sarapan terus berangkat keburu telat" ucap mama vina yang diangguki seyra Setelah seyra selesai dengan acara makannya seyra segera berpamitan kepada mama vina dan pergi menuju sekolahnya Sesampainya disekolahnya tetap sama terus menjadi pusat perhatian ada yang memuji,menghina sampai mengolok olok seyra yang sudah kebal dengan semua yang dibicarakan mereka hanya memasang wajah datarnya "Selamat pagi seyraa" sapa nadine saat bertemu dikoridor sekolah "Pagi nad" balas seyra Seyra dan nadine berjalan menuju kekelas dan bel berbunyi mereka mengikuti pelajaran dengan tenang Kringg kringg Bel istirahat berbunyi yang merupakan surga sekolah bagi para murid "Lo duluan aja gua ketoilet dulu" ucap seyra pada nadine Seyra meninggalkan nadine tanpa jawaban terlebih dahulu "Perasaan gua gak enak deh" batin nadine Nadine mengikuti langkah seyra menuju toilet,dugaanya benar ia mendengar suara tawa dari dalam toilet yang ia ketahui suara dari ana segera nadine merekam semuanya "Eh hai seyra apa kabar?" "Minggir" ucap seyra tanpa basa basi "Eh eh keburu ngapain sih bentar dong" ucap ana "Mau lo apa sih! Lo minta radit kan ambil! Lo minta bokap gua ambil,sekarang mau lo apa?!" Ucap seyra menggebu "Lo tanya mau gua?uang lo dan kekuasan lo" ucap ana "Belum puas ya?" Tanya seyra "Belum lah sebelum lo benar benar menderita" ucap ana yang maju mendekat lalu menarik rambut seyra "Lo apa apaan sih lepasin gak!" Ucap seyra menahan sakit "Kan gua udah bilang sebelum lo menderita" ucap ana lalu Dugh Ana membenturkan kepala seyra ke dinding wastafel lalu pergi meninggalkan seyra yang sudah terkapar lemas dengan darah yang mengalir dikepalanya "SEYRA hiks" nadine menangis melihat keadaan seyra yang cukup mengenaskan Nadine segera mengambil handphone dan mendial nomor fadlan Disisi lain "Tumben lo gak sama ana dit?"tanya angga "Dia mau belajar diperpus katanya" ucap radit "Lo yakin?" Tanya fadlan sinis "Lo kenapa sih gak pernah suka sama ana?" Tanya kevin tersulut emosi "Buka-" ucapan fadlan terpotong karna bunyi handphonenya Drrtt drrtt drrtt "Halo kena-" ucap fadlan terpotong karna nadine menyela ucapannya "Fadlan cepetan kesini tolongin gua seyra pingsan ditoilet cepetan hikss" ucap nadine seraya menangis "Oke oke lo tenang gua kesana" ucap fadlan lalu berdiri namun "Kemana?" Tanya kenzo "Bukan urusan lo pada" ucap fadlan lalu berlari menuju toilet sesampainya ia disana ia melihat nadine yang menangis dengan seyra pingsan dan darah yang mengalir dari kepalanya Fadlan segera mengendong seyra diikuti nadine menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit "Seyraa ayo dong buka matanya jangan tidur terus hiks" ucap nadine "Lo tenang aja seyra pasti baik baik aja" ucap fadlan menenangkan Sesampainya dirumah sakit seyra ditangani oleh dokter pribadi seyra "Seyra tidak apa apa hanya saja dia kehilangan sedikit darah beruntungnya rumah sakit masih ada stok untuk seyra mungkin besok dia akan sadar" ucap dokter lalu meninggalkan nadine dan fadlan "Lo pulang aja biar gua yang jagain seyra disini" ucap nadine "Enggak,gua juga jagain kalian disini" ucap fadlan tanpa penolakan Drrrt drrtt drrt "Kenzo" ucap fadlan lalu memandang nadine "Angkat aja" ucap nadine "Hmm" ucap fadlan "Lo dimana?" Tanya kenzo "To the point" ucap fadlan "Lo bisa ikut kumpul?"tanya kenzo "Gak" Tut tut "Kenapa?" Tanya nadine "Gua udah mutusin buat ngejauh dari mereka" ucap fadlan "Lah kenapa?" Tanya nadine bingung "Circle mereka gak baik terutama yang selalu membela ana gua gak suka" ucap fadlan "Oh gitu" ucap nadine "Lo tidur aja nih" ucap fadlan memberikan jaketnya untuk nadine "Tapi lo" "Dah gapapa buat lo masak lo nanti kedinginan gua mah cowok" ucap fadlan "Yaudah gua tidur dulu" ucap nadine dan tidur disamping fadlan "Gua harap kalian selalu aman" batin fadlan "Terimakasih selalu menjaga dia" batin seseorang yang melihat itu semua dari layar monitor
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD