Seyra membuka mata dan yang ia dapati pertama kali adalah langit langit putih dengan ruangan yang serba putih
"Pasti dirumah sakit" gumam seyra,seyra menjelajahi seisi ruangan dan mendapati nadine yang tidur bersandar pada fadlan seyra tersenyum melihat itu lalu memutuskan untuk tidur kembali
"Hoam jam berapa nih" ucap nadine
"Hah jam delapan?!" Ucap nadine dan membangunkan fadlan
"Udah gapapa sekali kali bolos" ucap fadlan dengan tenang
"Yaudah mah asal sama kalian gua berani" ucap nadine enteng
"Gua mau mandi dulu lo jangan balik tidur" ucap fadlan
Yang diangguki nadine
Nadine berjalan menuju brangkar seyra
"Sey kapan lo sadar sih?" Ucap nadine sendu
"Orang udah sadar" ucap seyra
"Hah SEYRAAA lo dah sadar" ucap nadine langsung memeluk seyra
"Ihh nadine jangan kenceng kenceng napa sih" kesel seyra
"Hehe habisnya lo pingsan lama amat" ucap nadine
"Kenapa sih nad teriak teriak" tanya fadlan yang keluar dari kamar mandi
"Loh sey lo dah sadar?" Tanya fadlan
"Belum nih" ucap nadine yang gemas dengan pertanyaan fadlan
"Ihh laper" rengek seyra
"Yaudah mending lo mandi dan gua mau ke kantin dulu" ucap fadlan pada nadine
"Okedeh" ucap nadine lalu pergi menuju kamar mandi
"Lo baik baik disini sendiri" ucap fadlan lalu keluar menuju kantin
"Kaya anak kecil aja gua ya" gumam seyra terkekeh
Ceklek
Nampaklah nadine dengan muka yang lebih segar
"Kalian gak sekolah?" Tanya seyra pada nadine
"Kita mutusin buat bolos" ucap nadine enteng
"Oh" ucap seyra
Tak lama pintu terbuka dan datanglah fadlan dengan kantong plastik cukup besar
"Nih kalian sarapan dulu" ucap fadlan
"Makasih fadlan" ucap seyra dan nadine serempak
"Yoi" jawab fadlan
Seyra,nadine dan fadlan sibuk dengan kesibukan masing masing
"Perusahaan kalian sudah sampe tahap mana?" Tanya seyra
"Udah 95 persen kok sey" ucap nadine yang diangguki fadlan
"Syukurlah" ucap seyra
"Makasih sey berkat lo gua sama nadine bisa hasilin uang sendiri" ucap fadlan
"Santai aja" ucap seyra
Hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka
"Jadi siapa yang buat lo pingsan kemarin sey?" Tanya fadlan
"Emm itu" seyra nampaknya tidak mau memberi tahu jika yang melakukannya ana
"Ana" ucap nadine
"Serius?" Tanya fadlan
"Gua ada buktinya dah gua share ke email" ucap nadine
Setelahnya hanya ada keheningan kembali sampai
Tok tok tok
Ceklek
Dokter pribadi seyra masuk
"Seyra gimana keadaan kamu?" Tanya dokter
"Udah mendingan kak" ucap seyra
"Nanti kamu dah boleh pulang tetapi tetap istirahat ya" ucap dokter lalu keluar dari ruangan
"Gua tetap stay sama kalian" ucap fadlan
"Lo gak gabung sama mereka lagi?" Tanya seyra
"Ya percuma aja berteman sama orang bodoh" ucap fadlan
Seyra hanya mengangguk lagian gak masalah juga jika fadlan bergabung dengannya
Waktu menunjukkan pukul 15.00
"Kata dokter lo dah boleh pulang sekarang" ucap fadlan yang masuk kedalam ruangan
"Thanks ya kalian dah jaga gua" ucap seyra menatap nadine dan fadlan secara bergantian
"Gua dah anggap lo kaya adik gua sendiri sey" ucap fadlan
"Gua juga dah anggap lo seperti sodara gua sendiri" ucap nadine lalu memeluk seyra
"Dah sekarang beres beres gih" ucap fadlan lalu duduk disofa
Nadine dan seyra memberesi kotoran makanan yang berserakan karena mereka kesini tidak membawa baju sepersenpun jadi tidak ada yang harus dibereskan,ketika semuanya sudah beres mereka keluar menuju parkiran
"Pasti ntar sampe mansion lo kena ceramah deh secara lo kemarin gak pulang" ucap nadine menatap seyra sendu
"Udah gapapa gua bisa atasin" ucap seyra
Sesampainya dimansion
"Kalian langsung pulang aja ya istirahat makasih banyak karna kalian dah jagain gua" ucap seyra
"Gak mau ditemenin sampe dalam?" Tanya nadine
"Gak perlu nad kalian pasti cape kan buruan pulang gih" ucap seyra
"Yaudah kita pulang jaga diri baik baik byee" ucap fadlan lalu melajukan mobilnya kembali
Seyra membuka pintu utama mansion nampaknya ruang tengah sedang ramainya teman twins
"Baru pulang dari mana aja lo ngejalang kan haha" ucap kevin
"Bukan urusan lo" ucap seyra lalu pergi meninggalkan mereka
"Kenapa pelipisnya terluka?" Batin kenzo
"Lo dah berubah ya" batin kevin miris
"Haha ini belum seberapa seyra" batin ana
Seyra menaiki tangga dan langsung masuk kekamar untuk beristirahat,untuk makan malam seyra sudah memberi tahu bibi untuk membawakanya keatas setiap makan malam karena seyra sudah tidak mau semeja dengan mereka.