Kebenaran Dan Hasrat Terlarang

2258 Words

“Kau sibuk?” Yoga menyembulkan kepalanya dari balik pintu ke dalam ruangan meeting. Di sana hanya terdapat Hani yang sedang merapikan kertas dan wanita itu refleks menoleh ke arahnya. “Tidak.” Hani bangkit. Ia tersenyum kecut dan menggeleng melihat Yoga memasuki ruangan lalu menutup rapat pintu. “Saya baru saja menyelesaikan berkas-berkas yang Bapak pinta tadi.” “Hani. Bisakah kamu bersikap biasa saja ketika kita sedang berdua?” Yoga berjalan setengah memutari meja panjang itu. Tangannya menarik kursi, mendudukinya dan menarik tangan Hani hingga membuat wanita itu terduduk di atas pangkuannya. “Pak, jangan. Nanti ada yang lihat.” Hani menoleh ke arah pintu yang tertutup rapat dan mencoba bangkit, tetapi Yoga menahan dengan cara melingkarkan kedua lengannya di pinggang Hani. “Tenang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD