Sayup-sayup dari sebuah ruangan lembab, minim pencahayaan, dan tidak terlalu luas, terdengar suara percakapan beberapa orang menggunakan bahasa asing. Bukan bahasa Inggris, tetapi bahasa Italia. Salah satu dari mereka mengamati pria tampan yang penampilannya bisa meluluhkan siapa pun wanita yang melihatnya. Sayangnya pria sempurna itu bukan model atau selebriti, tetapi pria yang terbiasa hidup di kelamnya dunia kejahatan. Seperti yang terlihat di depannya sekarang. “Apa yang akan kau lakukan pada dia?” tanya salah satu dari mereka, suaranya sedikit serak. Dari balik kemeja yang tidak dikancingi pria itu, terselip sepucuk pistol. Pria tampan itu berdiri di samping pria paruh baya yang duduk dalam keadaan tangan dan kaki terikat lalu menyeringai puas. “Melakukan hal yang seharusnya kulak

