Saat usapan tangan Zacky mendarat di paha dan membuat rok nya tersingkap, saat itulah kepala Yuri menengadah dan matanya terpejam merasakan lagi kuluman bibir Zacky. Ia mengerang, bibir Zacky kini berada di telinga, leher dan perlahan merasakan kancing blusnya terbuka satu-persatu dan bibir itu mengecup dadanya yang tersembul dari balik bra. Kedua mata Yuri memerah, pandangannya berkabut, desir darahnya mengalir kencang bagai arus sungai tanpa batu besar yang menghadang. Jantungnya pun berdetak cepat saat Zacky mengeluarkan blus dari tubuhnya dan ia menurut. Ia juga mendengar ucapan kekaguman Zacky melihat dadanya yang tersembul dari balik bra. Mengusap dengan punggung tangan lalu berdesis, “Tubuhmu milikku, Yuri. Dan, aku milikmu.” Dengan napas cepat, pandangan Zacky mengagumi tubuh ind

