"Kenapa?" "Kok kenapa? Bukannya cowok biasanya masih lebih suka gitu?" Tangan Dean menyentuh tangan Naya yang menyandar di atas meja, lalu mengelusnya pelan. "Aku nggak tahu ini masa subur kamu atau nggak. Nggak pakai k****m aja harus hati-hati, apalagi kalau dikeluarin di dalem. Kamu nggak minum pil juga, kan?" Naya menatap suaminya. Dia diam beberapa saat, sebelum kembali berbicara. "Kamu nggak mau punya anak?" Mendengar pertanyaan Naya, Dran menunduk pelan. Dia menatap lantai kosong di bawah kakinya. Sudah ia duga jika Naya akan menanyakan ini. "Bukan nggak mau punya anak, Nay." "Terus kenapa kamu selalu berusaha biar aku nggak hamil? Kenapa selalu pakai k****m? Kenapa kita harus hati-hati? Hati-hati yang kamu maksud tuh hati-hati biar nggak hamil, kan?" "Dari pertama kita

