Rere menyemprotkan parfum ke belakang telinga, ceruk leher lalu kedua pergelangan tangannya. Aroma musky bercampur bunga itu tercium agak menyengat di dalam kamar. Mungkin karena disemprotkan dalam jumlah banyak. Sekali lagi Rere menatap standing mirror di hadapannya. Menatap bayangannya yang tercetak jelas pada benda itu. Malam ini ia sengaja memakai gaun berwarna merah menyala, sama menyalanya dengan perona bibir yang ia pakai. Gaun itu berbentuk a-line. Bagian bahu yang terbuka dan berbentuk v kecil di belahan d**a. Tapi karena dibungkus dengan ketat, dadanya seperti ingin tumpah keluar. Sedangkan bawahnya menjuntai panjang hingga menutupi mata kaki. Tapi bukan Rere kalau tak memamerkan kaki jenjangnya yang mulus. Gaun itu memiliki belahan yang bermula tepat di samping bagian inti

