Jijik

1238 Words

"Bi." Bravino hanya diam, mengetatkan rahang, menahan sedemikian rupa sumpah serapah yang sudah ada ada di ujung lidahnya. Jika bukan karena terpaksa, sudah tentu ia tak ingin bertemu Rere selain untuk mencabut nyawa perempuan itu. "Bi. Kok kamu diem aja sih?" 'Karena gue gak mau ngobrol sama lo, tapi ngebun*h lo!' Semua itu hanya bisa Bravino teriakkan dalam hati. Setidaknya sampai apa yang diinginkan dari pertemuan malam ini ia dapatkan. "Bi, please ngomong sama aku. Mama bilang kamu yang ngajak aku ketemuan, tapi kenapa kamu malah ngediamin aku?" Rere berbicara dengan nada merajuk manja yang membuat Bravino merasa sangat jijik. Terlebih karena sekarang wanita itu sedang meraih tangannya. Mulai dari lipatan siku sampai ujung jari meraba dengan seduktif. Bravino nyaris muntah kare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD