Dia Pembunuh!

1444 Words

Ivy terbangun dengan kondisi tubuh yang kurang sehat. Badannya terasa pegal dan juga lemas luar biasa. Tapi hari ini ia harus ke kampus, karena penyusunan skripsinya sudah harus terus berlanjut. Dengan langkah yang berat, Ivy memaksakan dirinya untuk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Untungnya setelah dari kampus nanti, ia tak harus ke kantor. Bravino sedang keluar kota, dan kali ini Ivy minta ijin agar tak ikut menemani. Kembali lagi, skripsi adalah alasan utamanya. Biar bagaimanapun Ivy tak ingin terlambat menyelesaikan pendidikannya tersebut. Selesai mandi, Ivy keluar kamar untuk melakukan tugasnya pagi ini. Yaitu membuat sarapan. "Kak." Ivy berbalik kemudian tersenyum pada sang adik yang baru keluar dari kamarnya. "Kuliah pagi ya, Er?" Eriva mengangguk. "Iya. Kakak j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD