"Dia pembunuh berdarah dingin, Vy. Dia akan melenyapkan siapapun yang dia anggap menghalangi jalannya. Termasuk darah dagingnya sendiri, buktinya adalah dua calon anak kami dulu. Kamu harus hati-hati." Ivy berdiri. Dirinya berusaha denial terhadap apa yang baru saja ia dengar. "Maaf, Kak. Aku kurang enak badan, aku pamit dulu." Rere mengejar Ivy, belum puas dengan apa yang tadi ia sampaikan. Tapi ia tertahan karena Ivy sudah ke area terbuka. Dari arah depan pun ia melihat ada dua lelaki bertubuh kekar yang ia yakin bila itu adalah anak buah Bravino. Meski begitu, Rere harus berpuas hati melihat ekspresi wajah Ivy. Ekspresi terpukul dan juga takut ia tangkap dari wajah sahabat sang adik. "Harusnya dia mulai mikir buat ninggalin Bi. Cuma perempuan monster yang mau terus bersama laki-lak

