Richard Milano

1570 Words

"Tuan, perlu saya siapkan alat kompres?" Bravino melirik sinis pada Astra yang melayangkan pertanyaan seperti tadi. "Lo ngeliat ya?" Sempat ragu, tapi akhirnya Astra mengangguk. "Sejak kapan?" "Hmm ... sejak awal, Tuan." "Dari mana?" "Dari taman, Tuan." Bravino berdecak kesal. Rasanya malu juga karena tadi Astra melihat betapa tangan kecil milik Ivy menampar juga memukulinya berulang kali. Kebrutalan yang Ivy miliki itu tak pernah Bravino bayangkan sebelumnya. "Yang di depan kamar Ivy juga?" "Iya, Tuan." "Lain kali kalau lo ngeliat kayak tadi terus gue nanya, harusnya lo bilang aja gak lihat! Bisa gak jangan bikin gue malu?! Siapin kompresan di kamar gue, harus tetap dingin sebelum gue keluar dari kamar mandi!" Astra sempat bergidik kaget mendengar Bravino membanting pintu kama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD