Penjelasan

1421 Words

"Iya. Surat penuntutan hak asuh atas anakku. Lagipula dia juga sudah lahir, jadi pasti tidak akan sulit untuk test DNA. Walaupun tanpa itu, dengan ngeliat kemiripan aku sama anak kita aja udah langsung ketahuan." Mata Ivy membulat mendengar ancaman dari Bravino, membuat tangannya refleks menampar pipi lelaki yang sedang menggendongnya itu. PLAK Bravino sedikit meringis, ia yakin saat ini pipinya sudah memerah. "Aku gak akan marah, kamu boleh nampar aku sampai kamu puas," ujarnya yang membuat emosi Ivy makin menjadi. Terutama karena kini Bravino melangkah cepat menjauh dari tempat mereka tadi. "Turunin! Kamu emang gak punya hak untuk marah! Siapa kamu mau ngambil anakku?! Selain jahat kamu juga gak tahu diri!" Ivy masih meronta sembari sedikit menaikkan volume suaranya. Tapi tanpa ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD