Kita = Kamu dan Dia, bukan Aku dan Kamu

1195 Words

Jelas Bravino harus menerima pil pahit penolakan keras dari Ivy. Dosanya memang bukan dosa yang ringan apalagi kecil. Dosanya itu bisa saja tak akan mendapatkan maaf meski ia meminta ampun di sepanjang sisa umurnya. Meski ia harus berlutut dan mungkin mencium kaki wanita yang telah ia sakiti. Luka yang ia torehkan terlalu dalam hingga ke tulang. Bukan masalah fisik, tapi hati. Yang sebagian besar orang mengatakan, sakit hati lebih menyakitkan ketimbang sakit gigi. Bravino hanya bisa menunduk, tak memiliki kata-kata untuk membalas ucapan Ivy. Padahal tadi sebelum masuk, sebelum Ivy siuman, ia sudah menyusun ratusan bahkan mungkin ribuan pembelaan diri Sama seperti ketika ia akan melakukan presentasi di hadapan kliennya. Tapi kini ia hanya bisa membisu seribu bahasa. "Pergi dari sini. A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD