"Kapan Bang Kaisar sampai, Kak?" "Hah?" Eriva menghela nafas panjang sambil geleng-geleng kepala. "Udah tiga kali lho aku nanya, Kak. Tapi Kakak cuma ngelamun aja," protesnya yang membuat Ivy mengernyit. "Tuh, kangkung di tangan Kakak kok batangnya semua yang di ambil? Daunnya malah Kakak buangin semua," tambah Eriva sambil menepuk jidatnya sendiri. Ivy mengernyit lagi pada apa yang ada di hadapannya. Memang benar. Tadinya ia membantu Eriva menyiangi sayuran untuk dimasak sebagai makan malam hari ini. Tapi ia malah mengacaukan semua itu. Dengan lembut Eriva mengambil semua yang ada di tangan kakaknya. "Sini, Kak. Biar aku aja, sambil nungguin goreng ayam." "Eh, gak usah. Kamu kan udah capek tadi ke pasar, langsung masak juga," cegah Ivy tak enak hati. "Gak apa-apa. Lagian aku gak

