Kaisar

1451 Words

"Vy, gimana kabar kamu?" Ivy yang baru saja terbangun, setelah entah berapa lama ia tertidur, mengerutkan keningnya. "Dokter Sinta?" Wanita berwajah manis dan kalem itu tersenyum menatap Ivy. Tangannya mengelus puncak kepala Ivy. "Aku baru nyampe. Maaf yah aku gak bisa dampingin kamu dari Jakarta sampai ke sini. Aku takut orang-orangnya Tuan Bravino masih ngawasin aku. Terakhir kali ketemu dia kayaknya dia marah banget." Ivy tersenyum, dan mengangguk. Ia memang tak memiliki hubungan apa-apa dengan Dokter Sinta. Ia juga bertemu Dokter itu karena Bravino, bahkan pertemuan mereka bisa terhitung jari dalam satu tangan. Tapi hanya Dokter Sinta lah yang melintas dalam pikiran Ivy saat ia memutuskan untuk pergi. Dan menurut Ivy, hanya wanita inilah yang tulus menawarkan pertolongan. Bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD