BAB 26

1775 Words

“Kamu selalu punya selera menarik untuk hal-hal yang sifatnya ... sementara, Noll.” Denting halus dua gelas kristal yang saling bertumbukan mengudara, menyisakan gema tajam di antara bising simfoni ballroom. Adrian menyeringai culas, mengangkat gelas champagne-nya tinggi-tinggi sebelum menyesap cairan keemasan itu dengan tatapan melecehkan yang amat transparan. Rahang Oliver mengetat hebat. Cengkeraman tangannya pada jemari Audrey memadat seketika, mengalirkan hawa dingin yang sarat akan amarah tertahan. “Jaga mulutmu, Adrian,” desis Oliver. Suaranya mengalun sangat rendah, cukup berbahaya untuk membuat siapa pun yang mengenalnya melangkah mundur. “Kamu tidak punya hak untuk angkat bicara di sini.” Adrian justru terkekeh santai. Pria bertuksedo abu-abu itu memutar tubuhnya sedikit, mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD