“Vivian Alexandra tidak hanya akan menjadi bagian dari keluarga ini, tetapi juga memegang kendali atas ekspansi anak perusahaan baru kita.” Suara Ibu Maureen bergema kencang melintasi pengeras suara, menyisakan keheningan mencekam sebelum gemuruh tepuk tangan riuh memecah ballroom. Lampu spotlight utama yang tadinya menyorot lantai dansa kini berpindah secara drastis, mengunci sosok Vivian dan Adrian yang melangkah maju secara berdampingan di panggung utama. Vivian memamerkan senyum kemenangannya dari atas sana, dagunya terangkat tinggi. Dari ketinggian panggung, matanya melirik tajam ke arah tengah arena, tepat tempat Audrey dan Oliver berdiri kaku bagai patung. “Maksud Ibu apa?” desis Oliver dengan rahang mengetat hebat. Cengkeraman tangannya pada jemari Audrey memadat seketika, menga

