14

1031 Words

Ara bengong ngeliat tampang Andrew yang senyum-senyum nggak jelas sedari tadi sore setelah pulang dari 'urusan' yang nggak Ara tahu urusan apa. Ara kira Andrew senyum-senyumnya cuma beberapa saat doang, tapi nyatanya? Enggak! Andrew sudah pulang dari tiga jam yang lalu, dan sampai sekarang Andrew masih aja cengar-cengir nggak jelas. Ara merinding disko jadinya. "... Kak?" Ara memanggil kakaknya dengan cicitan pelan, takut-takut Andrew akan menyemprotnya seperti kemarin dan berakhir mereka akan berantem, diem-dieman sama Andrew itu nggak enak! Jangankan ngobrol, ada negur aja enggak. "Iyaaa?" Dan nyatanya alasan takut Ara tidak terbukti benar. Justru sekarang Andrew menyahuti panggilannya dengan senang hati, bahkan Andrew menggunakan nada panjang dengan riang sebagai balasan panggilan Ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD