"Kak ...," panggil Edgar ragu seraya jarinya memilin kancing kemejanya pelan. Andrew yang disuguhi pemandangan begitu cuma bisa banyak-banyak istigfar dalam hati sambil ngelus tytyd—dadanya pelan. Belum lagi aroma sitrus yang menguar dari badan Edgar yang baru saja mandi semakin memacu nafsunya untuk terus naik ke permukaan. Nyaris aja Andrew nyaplok Edgar buat di-anu, tapi enggak jadi. Soalnya Edgar udah nerkam dia duluan. EH?! TUNGGU! KOK?! Edgar menaiki tubuh Andrew pelan, menempelkan bibir keduanya hingga bersatu menjadi satu ciuman hangat. Edgar memejamkan matanya, enggan melihat mata Andrew yang melotot kaget akan aksinya. Tangannya ia kalungkan kepada leher Andrew, bibirnya pun mulai bergerak dengan memberikan kuluman kaku pada bawahnya. Amatir. Heran, udah ciuman beberapa kali

