Warning! Ini cerita lepas, enggak harus dibaca. Mau dilewat juga enggak apa. Fyi, BONUS kayak gini ENGGAK AKAN ngaruh sama CHAPTER selanjutnya. - Edgar terpaku saat mendengar pertanyaan Andrew terhadapnya. "E-eh?" "Ayo, kita selesaiin yang harus diselesaiin," tukas Andrew sambil berbisik tepat di samping telinga Edgar, menggodanya pelan. Andrew melayangkan beberapa cara agar Edgar tak menolaknya. Setelah berbisik tadi, bibirnya mulai aktif menggigit kecil dan mengulum cuping telinga Edgar dengan sensual. "G-geli," kata Edgar pelan. Bulu kuduknya meremang saat merasakan lidah Andrew yang memasuki daun telinganya, menimbulkan sensasi geli dan hangat secara bersamaan. "Jadi," Andrew menggantungkan ucapannya, "mau dilanjut? "A-ah ...," Edgar merintih ketika telapak tangan kiri Andrew m

