21

690 Words

Edgar tersenyum senang, tangannya melambai riang saat Andrew membawakannya minuman dingin dan makanan pedas yang diinginkannya tadi. Andrew berjalan pelan menghampiri Edgar dengan aneka jajanan yang Edgar rengeki dari tadi sore. "Wah! Aku udah lama nggak makan ini tau, Kak! Susah banget nyariin ini!" pekik Edgar kesenengan. "Akhirnya ketemu juga!" lanjutnya sambil memakan mie lidi. Makanannya saat masih di sekolah dasar. "Hm," respons Andrew datar, "makannya pelan-pel—" "Uhuk!" "Yaelah, belum juga selesai ngomong!" Andrew mengomeli Edgar saat Edgar tersedak makanannya. Gimana Edgar nggak keselek kalau makannya aja kayak orang keranjingan gitu? "Uh," Edgar melenguh, "idung aku perih, Kak!" ujar Edgar sambil merem, mengernyitkan dahi dan hidungnya, berusaha memperbaiki pernapasannya yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD