Bab 11. Ditinggal Menjalankan Tugas Negara Lagi

1179 Words
Di sebuah rumah sakit, seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan setelah baru saja selesai memeriksa Audrey. "Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Abian pada sang dokter. "Kondisinya sudah membaik, Pak. Untung saja dia dibawa ke rumah sakit dengan tepat waktu, jika nggak ia bisa keguguran!" jawab sang Dokter. "Pak, tolong jaga dia dengan baik dan jangan biarkan dia jatuh atau stress sebab itu akan berpengaruh pada keselamatan bayi yang ia kandung!" lanjut sang Dokter. "Baik, Dok. Terima kasih!" jawab Abian dan Satria secara bersamaan. Audrey pun segera dibawa pulang ke rumah sebab kondisinya sudah baik-baik saja. Keesokkan harinya, Abian yang sudah rapi dengan seragam dan senjata yang ia pasang di depan seragamnya itu sedang bersama dengan istrinya dan kedua orangtuanya. "Ma, Pa. Bie titip Audrey ya? Selama Bie menjalankan tugas besar dan nggak pulang selama satu bulan, tolong jaga Audrey dan anak Bie!" pinta Abian. "Tenang saja, Bie. Mama dan Papa akan sanggup menjaga Audrey selama kamu pergi!" jawab Diandra sambil tersenyum. "Drey, maafkan aku! Aku harus pergi untuk menunaikan tugas penting ini!" ucap Abian seraya memasang tatapan sendunya. "Kamu harus berjanji untuk kembali sebab aku sudah pernah kehilangan suami dan aku nggak mau itu terulang untuk kedua kalinya!" pinta Audrey pada suaminya. "Aku berjanji akan kembali, Drey!" jawab Abian sambil mencoba tersenyum meski ia sebenarnya sedih sebab harus meninggalkan wanitanya selama satu bulan. "Bie, tunaikan tugasmu dengan baik dan jangan lupa harus tetap menjalankan ibadah serta makan tepat waktu ya!" ucap Satria yang mengingatkan putranya untuk tetap menjalankan ibadah meski dalam kondisi apapun. "Iya, Pa!" jawab Abian sambil tersenyum. "Bie pergi ya? Assalamualaikum," lanjut Abian yang kemudian bergegas pergi dari sana. "Jangan khawatir, Drey! Suamimu akan kembali dengan selamat sebab ini bukan pertama kalinya putraku mendapatkan tugas besar, ini sudah kesekian kalinya!" ucap Satria yang memberi semangat pada menantunya. "Iya, Pa. Drey juga akan selalu mendoakan keselamatannya!" jawab Audrey yang kemudian bergegas naik ke lantai dua untuk istirahat di kamarnya. Malam harinya, Abian beserta rekan-rekannya sedang mendengarkan arahan dari pimpinan mereka. "Pergerakan teroris ini sangat cepat, jadi kita juga harus bergerak cepat untuk menanganinya!" ucap sang pimpinan. "Kita akan menggunakan cara pengepungan!" lanjut sang pimpinan. "Iya, jadi kami harap, rekan-rekan semua bisa bekerjasama dengan baik! Untuk melawan teroris besar ini kita butuh solidaritas yang kuat! Mangkanya dari awal Pak Dandi memilih anggota-anggota yang setia dan kuat!" sahut sang Wakil pimpinan. "Kita akan membagi tiga tim!" ucap pimpinan. "Saya mendengar kabar bahwa anggota teroris ini akan meluncurkan aksinya ke tiga penjuru. Jadi, kita harus membagi tim!" lanjut sang Pimpinan. "Apakah mereka akan menyerang tiga penjuru secara bersamaan?" tanya salah satu anggota TNI AD yang ada di san. "Iya, tepat pada pukul 23.45 Wib, mereka akan melakukan serangan secara serentak!" jawab sang Pimpinan. "Di bagian Timur, Utara dan Selatan!" lanjut pimpinan. "Artinya kami harus tiba sebelum waktu yang sudah ditentukan oleh mereka agar bisa mengatur siasat kan, Kapten!" ucap Abian. "Iya, tepat sekali!" jawab sang pimpinan. "Ini adalah anggota tim yang sudah di bagi!" ucap Wakil pimpinan seraya menaruh kertas yang sudah berisi nama-nama anggota yang sudah dikelompokkan ke timnya masing-masing. "Tim A harus menangani teror di bagian Timur. Tim B mendapatkan bagian Utara. Tim C bagian Selatan!" ucap pimpinan. "Kalian harus sudah harus berada di lokasi kalian masing-masing dari pukul 22.50 Wib, kalian harus membuat tempat persembunyian dan taktik untuk melawan teroris!" ucap wakil pimpinan. "Ini masih pukul 21.00 Wib, kalian masih punya waktu setengah jam untuk mengatur taktik atau siasat dan sisa waktu gunakan untuk menuju ke lokasi dan mengatur tempat persembunyian!" titah sang pimpinan. "Nanti akan saya kirimkan petanya!" lanjut sang pimpinan. "Siap!" jawab semua anggota yang kemudian berkumpul dengan kelompok timnya masing-masing. Abian dan rekan-rekannya kini sedang menjalankan tugas untuk menumpas teroris di satu daerah dan mungkin waktunya akan lama hingga satu Minggu sebab kelompok teroris itu sangat banyak dan yang akan melancarkan aksi malam ini hanya seperempat dari anggota teroris. Dan setelah teroris yang meresahkan ini berhasil ditumpas, Abian harus pergi ke daerah lain yang sedang mengalami masalah dan oleh sebab itulah ia tidak bisa pulang ke rumahnya selama satu bulan. Pada saat ini anggota yang diketuai oleh Dandi harus menyelesaikan konflik bersenjata di empat daerah sekaligus. *** Di rumah Satria, Audrey baru saja selesai menunaikan sholat malamnya, ia pun kini memilih untuk mendoakan sang suami terlebih dahulu. "Ya Allah, lindungilah suami hamba. Hamba nggak mau kehilangan suami lagi, hamba nggak mau terjadi konflik cinta dalam hidup hamba, hamba mohon kabulkan doa hamba. Tolong jangan ambil suami kedua hamba, Tuhan!" Audrey berdoa pada Tuhannya. "Bayi ini membutuhkan seorang ayah dan hamba juga masih membutuhkan sosok suami, jadi hamba benar-benar memohon kepadamu, Tuhan. Tolong lindungi suami hamba dan biarkan dia pulang dengan kemenangan dan keselamatan serta tanpa kekurangan sesuatu apapun!" lanjut Audrey dengan seraya memasang tatapan sendunya. *** Di sebuah rumah yang cukup mewah dengan fasilitas yang lengkap seorang gadis licik sedang berbicara. "Bianca mendapat kabar bila suami kedua Mbak Drey nggak ada di rumah selama satu bulan!" adu Bianca pada Nicho, Arga dan Roseana. "Bagus, pelindungnya berkurang satu!" jawab Nicho sambil tersenyum bahagia. "Tapi kemana suaminya?" tanya Roseana pada putrinya. "Suaminya mendapat tugas besar di empat daerah sekaligus, Bun!" jawab Bianca. "Sekarang aku harus mengatur siasat untuk melenyapkan adikku sendiri! Aku akan membuat sebuah ilusi dan tipu muslihat, aku akan membuat orang-orang mengetahui bahwa dia tiada karena kesalahannya sendiri bukan karena dihabisi!" ucap Nicho sambil tersenyum miring. "Maksudnya?" tanya Roseana pada anak tirinya. "Aku akan buat seolah dia celaka karena kecerobohannya sendiri, bukan karena orang lain!" ucap Nicho sambil tersenyum kecut. "Tapi kamu harus hati-hati untuk melenyapkannya, sebab kepolisian akan menyelidikinya dan kamu harus selalu menggunakan sarung tangan agar sidik jarimu nggak terdeteksi!" jawab Roseana. "Aku akan memikirkan rencananya dengan baik dan matang-matang, agar nggak gagal dan berhasil dengan mulus, serta nggak akan pernah diketahui oleh orang lain!" ucap Nicho sambil tersenyum miring lagi. "Apa kamu akan benar-benar melenyapkan Audrey?" tanya Arga pada putra sulungnya. "Hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa menguasai harta warisan bunda!" jawab Nicho. "Tapi dia adik kandungmu, Nic?" ucap Arga. "Ayah ini kenapa? Bukankah waktu itu ayah sendiri yang bilang kalau ayah nggak peduli padanya dan aku bisa melakukan apapun kepadanya! Lalu, mengapa sekarang seolah ayah nggak rela?" tanya Nicho. "Kata siapa ayah nggak rela dan nggak tega? Sudahlah, lakukan apa saja yang kamu mau!" ucap Arga yang kemudian pergi dari sana. Namun, jantung pria paruh baya itu berdetak dengan kencang seolah ia tidak tega putrinya dihabisi. Ya, rasa kebencian dihatinya membuatnya bisa membiarkan putranya menghabisi putrinya sendiri, namun sebagai seorang ayah kandung tentu ada rasa tak tega. Namun sayangnya, rasa benci dihatinya mampu mengalahkan kebaikan dalam hatinya dan rasa welas asihnya pada putri kandungnya sendiri. "Andai saja peristiwa delapan tahun yang lalu nggak pernah terjadi, mungkin aku nggak akan membenci putriku sendiri!" batin Arga. Selama dua belas tahun lamanya ia sangat menyayangi dan memanjakan putrinya namun selama delapan tahun terakhir rasa sayang berubah menjadi benci akibat kesalahpahaman yang terjadi. Sejak putrinya berusia 12 tahun, tidak ada lagi kasih sayang yang Arga berikan pada putrinya, semua kasih sayangnya telah hilang hanya karena kesalahpahaman antaranya dan sang istri hingga anak bungsunya menjadi korban.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD