Waktu menunjukkan pukul satu lewat tiga menit. Setelah memarkirkan motornya, Dewa bergegas masuk ke dalam untuk melihat keadaan sang Umi. Pria itu membiarkan rambutnya yang terlihat acak-acakan karena helm yang ia kenakan tadi. Dewa langsung menuju meja resepsionis dan menanyakan di kamar nomor berapa Umi nya dirawat. “Permisi, Mbak. Saya mau tanya, Umi Rahmah Fadhil dirawat di ruangan mana, ya?” tanyanya tergesa. “Sebentar, ya, Mas.” Petugas resepsionis itu pun tampak mengotak-atik komputernya, dan kemudian kembali berdiri menatap Dewa. “Pasien dirawat di ruang Mawar nomor 23, Mas.” “Terimakasih.” Dewa langsung berlari setelah mendapat ruangan tempat Umi nya dirawat. Pria yang masih mengenakan seragam sekolah itu tampak kebingungan mencari ruang Mawar nomor 23. Ia mulai ngos-ngosan,

