pembunuh berantai
Happy reading...
Di malam hari yang gelap suara jurnalis tv one dengan wajah didepan tegas dan tegak.
Memperingati ke seluruh penduduk kota untuk berhati-hati.
"Pemberitahuan seorang pembunuh berantai kabur dari penjara sekarang polisi sampai detektif mencari pembunuh tersebut untuk semua orang hati hati dalam...."suara tv itu berhenti dipertengahan pembicaraan sama seorang pemuda tinggi rata rata yang baru saja keluar dari ruang kerjanya .
"Hah lupa lagi matiin tv "suara Serak seorang pemuda yang baru tidur.
Ting
Suara nada hp bunyi di atas meja makan tergeletak begitu saja ,ia mengambil dan melihat chat dari sahabat nya yang ternyata chat dirinya
Jaemin
Jake Lo hati hati dirumah.
Kenapa??
Lo gak tahu ada berita tentang pembunuh yang kabur dari penjara sekarang polisi sedang menyelidiki kasus karena takut tuh pembunuh masuk kerumah warga tempat sembunyi hati hati...!!!
Iya
Jangan cuman iya doang Lo harus tutup semua pintu dan jendela rumah...jangan keluar rumah!
Iya
Udah segitu beritanya
Iya hati hati ya dirumah gue khawatir sama Lo karena Lo tu ceroboh
Iya makasih udah menghawatirkan diriku tapi aku bisa jaga diriku kok.
Setelah balas chat jaemin ,Jake mendengar suara langkah kaki?!!
Dari belakang tubuh nya.
Karena dia belakang orang itu Jake diam saja karena tubuh nya lemas karena takut.
Membuat terlena oleh pikiran nya.tapi menatap kursi disebelah nya.
Ketika orang itu berjalan ke arah nya Jake melempar kursi makan kearah pembunuh itu tapi sepertinya tahu gerakannya ,dan Pembunuh itu dengan cepat menghindar.
"Wow seperti nya selain dapat perlindungan seperti nya saya dapat mangsa manis"suara bisik orang itu membuat Jake merinding dan jijik.
Dengan sigap ia berlari dan mengambil pisau untuk tepat pelindungan buat orang itu tidak macam macam dengan nya
"Wah imut banget sih kamu sayang"melangkah ke arah nya tapi sepertinya Jake kalah cepat orang itu menangkap pisau ditangan nya dan mengambil nya untuk menusuk ke perutnya.
"Akhhhh"teriak Jake merasakan sakit sekali diperutnya dan orang itu yang menyelinap ke dalam rumah nya seorang PEMBUNUH yang diceritakan semua orang.
"Wow pemandangan indah "ketika Jake membuntah kan darah dari mulut sampai perutnya karena terus di perdalam tusukan diperutnya.
Jake terjatuh dan tergeletak di dapur tapi mata nya masih terbuka dengan tubuh sakit ia berusaha kabur pembunuh itu tapi usaha itu sia sia karena tubuh nya.
"Tapi sepertinya lebih baik aku bersenang senang saja ditubuh mu dulu sebelum kamu mati."ucap santai pembunuh itu bergendong dan membaringkan tubuhnya diatas meja makan.
"Tubuh wangi juga"senyum seringai.
"Akhhhh"ketika tubuh dibagian perut nya ditekan dan perlihatan nya kagak kabur dan menjadi gelap.
"Yah sayang sudah mati aja,tapi gak apa apa cobain tubuh nya sepertinya nikmat juga"pembunuh itu menatap kearah Jake sudah mati dengan tubuh kaku dan pucat
Setelah pembunuh itu berbagai memasukan apapun dalam tubuh mati Jake ketika sudah puas memasuki miliknya selain itu ia sengaja memasukan barang tajam seperti,pisau yang ditusukkan oleh pembunuh itu kepada Jake.
Sampai membuat anal Jake berdarah lebih banyak sedari tadi ketika akan memasuki lagi suara tembakan terdengar
Ah ketahuan.
Tak pikir panjang pembunuh itu keluar dari jendela.
Tapi sepertinya pembunuh itu tak beruntung untuk kabur lagi karena polisi mengepung dan menebak kakinya.
Mereka membawa pembunuh itu kedalam mobil dan memeriksa rumah agak besar polisi kepung
"Kasian banget kamu nak semoga kamu tenang dialami sana"ujar seorang polisi ketika mayat Jake yang masih berbaring dimeja makan dan bagian bawah terluka parah
"Seperti selain dibunuh pemuda ini juga diperkosa pak"dia hanya mengangguk
"Panggil wali nya untuk di kubur kan layak"
"Kata tetangga nya anak ini gak punya orang tua pak"
"Meninggal?"orang yang melapor hanya menggangguk aja membenarkan.
"Kasian sekali "
Ketika polisi itu membereskan mayat Jake untuk dimemakam kan dengan layak ,suara ponsel berbunyi dari lantai di bawah meja
Polisi itu menatap suara telepon seluler masuk hp Korban tak masa Masi ia mengangkat nya
"Jake Lo boleh gak gue ke rumah lo gue gak enak hati gue sama Lo,gue gak peduli Lo gak mau gue tetap kerumah lo"suara jaemin itu terdengar menggema dari dapur membuat polisi yang membereskan mayat Jake terdiam
"Jake kenapa diam,gak boleh sahabat Lo ini mau nginap dan nanti gue mau bawa teman teman juga buat rumah lo rame biar tuh pembunuh gak ngapa-ngapain kita dan gue juga senjata kalau pembunuh itu bawa senjata-"
Suara jaemin berhenti ketika suara lain yang menjawab
"Permisi pak kamu dari kepolisian bahwa saudara anda mengalami kecelakaan -"terdengar itu jaemin langsung menutup tak mendengar lagi suara polisi ditelepon.
"Jake Lo benar benar ninggalin gue."
"Yang sabar ya nak"ketika jaemin datang ia menangis histeris ketika melihat teman kecilnya yang sudah dia anggap saudara kandungnya sendiri mati mengenaskan.
Jaemin tak berhenti menangis melihat wajah Jake dan memeluk terakhir kali
"Jake Lo katanya gak akan pergi."
"Pembunuh itu!! Aku mau pembunuh itu dihukum mati."sarkas jaemin ketika ia menatap salah satu polisi yang menatap dirinya
" Iya"
Setelah itu jaemin membantu mengubur kan mayat Jake dan semua teman datang semua dan semua tetangga, orang tuanya jaemin juga datang ketika Jake meninggal dibunuh.
Mereka bersedih hati mereka sakit ketika anak mereka masih menangis menatap mayat Jake.
Jaemin sampai pingsan.