Rei membuat teh manis seperti yang diminta oleh Agus. Tak lupa ia menyajikan bakwan jagung buatannya. Ia lalu segera mengantarkan untuk Agus yang saat ini tengah duduk di teras rumah. Wanita itu lalu menyajikan untuk pria yang kini tengah menatap tanpa fokus ke arah jalanan yang sepi. "Terima kasih." " Sama-sama Kak, ada bakwan jagung juga Kak. Tadi aku buat untuk makan siang." Agus menoleh kemudian mengangguk. "Makasih ya Rei," ucap Agus. "Ada masalah di sekolah, ya Kak?" tanya Rei pada Agus. Ia tau kalau ada sesuatu, terlihat dari wajahnya yang kusut dan tatapan matanya yang menunjukkan kemarahan. Agus terdiam ia hanya menggeleng pelan. Ia memang suli terbuka. Sejak dulu lebih senang jika dim, butuh waktu untuk bicara, tertutup dan dingin. Sikap itu yang ia didapatkan oleh orang

