Agus malam ini duduk bersama Mira di depan teras rumahnya. Kekasihnya itu baru saja datang, sebenarnya Mira sejak tadi mendesak Agus agar dia bisa datang lebih cepat. Hanya saja Agus masih mengerjakan beberapa laporan yang harus ia berikan besok. Jadi ia memang ingin menyelesaikan pekerjaan sebelum menghadapi dan berbicara langsung dengan kekasihnya. "Kamu tuh pasti salah paham Mas. Laki-laki yang kamu lihat di depan itu teman aku. Dan kita emang biasa cipika-cipiki lalu pelukan kayak gitu." Mira menjelaskan dengan sedikit emosi. Sepertinya dia marah karena Agus seolah menuduhnya berselingkuh. Agus menghela napas mencoba mengatur perasaannya. "Gini, kamu kan tahu aku dari dulu memang kolot. Untuk hal semacam ini belum bisa aku tolerir. Menurut aku seorang perempuan itu harus bisa men

