Happy Uca

1086 Words

Uca kini berada di dalam mobil bersama sang papa. Danish ingin mengajak Uca ke mall untuk makan siang. Sejak tadi pria itu hanya diam saja, sama sekalu tak berinteraksi dengan putri sulungnya. Sementara Uca duduk di samping sang ayah dan terlihat senang sekakli meski tak diajak berinteraksi. "Papa?" sapa Uca buat Danish menoleh. "Ya?" "Papa kerja dimana? Kenapa enggak pernah telepon Uca?" tanya anak itu. Danish menghela napasnya. Ia juga jadi bingung dengan pertanyaan yang diutarakan oleh buah hatinya itu. Sebenarnya yang tak mengijinkan dirinya bertemu dengan anak-anak adalah Dwi yang kemudian jadi hal yang nyaman untuk ia lakukan. Ya, tetap saja Danish salah daam hal ini. Karena mau saja diminta jadi ayah durhaka bagi kedua anaknya dan sama sekali tak merasa menyesal. "Hmm, jauh Nak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD