Permainan Takdir

1647 Words

Aisha yang sedang minum langsung tersedak dan menyembur air yang nyaris mencapai tenggorokan. Kaget ketika mendengar teriakan Airin yang heboh dari depan sana gara-gara kedatangan Wira dan keluarganya. Yah, keluarganya. Padahal baru tadi sore, Aisha memberikan izin untuk melamarnya. Aisha kira, lelaki itu akan datang paling cepat lusa. Eh...ternyata..... Gak secepat ini juga kalee? Keluhnya dalam hati. Ia memijit kepalanya yang tiba-tiba pening walau tak urung, senyumnya terbit juga. Lalu terkekeh geli sendiri. Rasa-rasanya ia mulai tak waras. Ah....lelaki itu benar-benar! Tapi, ketika ingat kejadian hampir setahun lalu, dimana hatinya hancur oleh dua orang lelaki sekaligus, rasanya kini semua terbayar. Ia ingat saat Wira dengan ikhlas melepasnya walau ia telah datang merendahkan diri da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD