Ku Pilih Takdir-Mu

1467 Words

Kening-kening mengerut ketika Marshall tak juga berucap. Mata-mata penuh tanya itu mulai bermunculan. Bahkan bibir-bibir itu tak lagi bisa diam. Tiga kali ijab diucapkan, namun tak juga dijawab Marshall. Ia hanya diam dengan pendirian. Meyakini hati akan sebuah pilihan dan sebuah pengorbanan yang akan diambilnya. Semua demi ridho Tuhannya. Walau tak ada yang mengerti bagaimana ia bisa patuh pada titah-Nya. Padahal sedari tadi hening dan seakan Dia tak menampakan wujud-Nya. Namun disitulah keistimewaan-Nya. Betapa sempurna-Nya. Tak ada satu pun yang mengerti bagaimana cara-Nya mengendalikan dunia. Lalu menebar cinta di atasnya. Lelaki itu menegakan tubuhnya perlahan. Bersiap menantang dunia yang sedang mempermainkan. Atau kah takdir yang sedang tertawa diatas perih hatinya? Namun jangan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD