Apa kamu bahagia? Tanya hatinya. Ia sangat berharap jika jawaban itu adalah tidak. Tapi logikanya berkata itu tidak mungkin. Ia pasti sudah bahagia kini bersama lelaki itu. Haaaah. Mengingat itu membuatnya sesak saja. Ternyata tak mudah dan memang tak ada yang mudah. Gadis itu sudah pergi dan memilih lelaki lain. Lalu ucapannya saat itu? HALAH. Kenapa ia jadi mellow begini sih? Kemarin-kemarin kan yang jelas nolak tuh dia sendiri kan? Kenapa sekarang malah menyesal? Haaah. Sisi kelamnya mengejek. Nyesel bro? Makan tuh penyesalan! Gue bilang juga apa? Iya-in aja yang waktu itu. Kalau kayak gitu, gak bakal nyesal kan? Tapi sisi hatinya yang putih berbisik indah. Sabar. Memang tak ada penyesalan yang datang diawal. Kalau begitu, tak ada manusia yang akan menyesali perbuatannya lalu

