BAB 34 Terbongkar

1810 Words

Wajah Rania cemberut, wanita itu kini sedang rebahan di sofa ruangan Fajar. Menyesal rasanya ikut ke kantor, Rania bosan. Fajar melarangnya agar tidak ke mana-mana dan harus selalu barada di ruangan suaminya itu. "Kak," panggil Rania. Hening. Fajar tidak mendengar istrinya. Kening pria itu sedikit berkerut, matanya menatap fokus ke laptop di hadapannya. Rania mendengus kesal. Apakah laptop lebih menarik dari pada dirinya, sehingga suaminya itu mencueki dirinya. Rania bangkit dari sofa, hendak keluar dari ruangan itu. Ia tidak memedulikan lagi perkataan Fajar yang melarangnya agar tidak berkeliaran di kantor. "Mau ke mana?" Fajar menoleh pada istrinya, saat tadi ekor matanya tak sengaja melihat pergerakan wanita itu. "Keluar. Rania bosen dicuekin terus. Dari tadi kakak sibuk terus sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD