Bab 38

1689 Words

Kondisi Rania sudah mulai pulih. Dokter pun juga sudah mengizinkan Rania pulang. Sebelum kembali ke rumah, Rania meminta papanya untuk mengantarnya ke makam anaknya. Sebenarnya sudah dari kemarin-kemarin Rania ingin pergi ke sana, tetapi papanya dan dokter tidak mengizinkan karena kondisi badannya masih lemah. Rania berdiri mematung, menatap gundukan tanah di depannya. Sungguh merasa tidak percaya jika makam di hadapannya adalah makam anaknya. Rania mendadak lemas dan terduduk di tanah, diikuti dengan buliran bening yang mengalir membasahi pipi. Mungkin tidak ada yang bisa mengerti bagaimana sakitnya Rania saat ini, kehilangan seorang anak yang belum pernah ia lihat wajahnya. "Kenapa Tuhan kembali mengambil kebahagiaan Rania, Pah? Rania udah kehilangan mama. Sekarang Tuhan ambil anak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD