Bab 39

2288 Words

Kini Putri sedang di tangani oleh dokter, Fajar dan orang tuanya menunggu di luar ruangan. Berulang kali Fajar mengusap wajahnya kasar, takut kalau adiknya tidak bisa diselamatkan. Rania melangkah pelan mendekati keluarga suaminya dengan tubuh yang sedikit gemetaran. Bu Astrid yang duduk di bangku, lalu menoleh pada Rania. Wanita paruh baya itu berdiri. "Untuk apa kamu ke sini, belum puas kamu buat putri saya celaka?!" Sorot mata Bu Astrid menggambarkan kebencian pada Rania. Sudut matanya tidak pernah berhenti mengeluarkan buliran bening. "Ma--maafin Rania, Mah. Tapi Rania beneran gak sengaja buat Putri jatuh," jelas Rania gagap. Plak! Bu Astrid menampar wajah Rania. "Jika sampai putri saya tidak bisa diselamatkan. Saya pastikan kamu akan mendekam di penjara." Fajar menghampiri istri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD