BAB 17

1143 Words

Rania menatap kosong ke depan dengan tangan yang mengaduk-aduk nasi goreng di depannya. Raganya memang ada di meja makan, tetapi pikirannya entah melayang ke mana. "Non, barusan supir Den Fajar ke sini ngantar mobil. Ini kuncinya." Suara Bi Aci membuat Rania tersentak. Wanita itu lalu mengambil kunci yang di sodorkan Bi Aci. Tadi subuh Rania memang menelepon supir di rumah Pak Zein untuk mengantar mobilnya. "Makasih, Bik." Wanita dengan rambut panjang sepunggung itu lalu kembali melamun. Matanya tampak sembab karena menangis semalaman. Bi Aci mengamati Rania. Kemaren ia sempat melihat Rania dan Fajar ribut dari dalam rumah. Ingin Bi Aci menanyakan pada Rania apa masalahnya, tetapi ia merasa tidak enak. Itu urusan pribadi majikannya. Ia tidak ingin ikut campur. "Hari ini Non Rania jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD