BAB 16

1555 Words

Rania tergeletak di jalan dengan siku dan lutut yang berdarah karena menyentuh aspal. Namun, wanita itu tidak peduli dengan luka di badannya. Air matanya masih mengalir deras. Luka di hatinya jauh lebih sakit dari pada luka di tangan dan kakinya. "Rania, lo gak papa, 'kan?" tanya Indah dengan raut wajah khawatir. Ya, perempuan itulah yang tidak sengaja menyerempet Rania. "Bawa gue pergi," suruh Rania seraya menangis sesenggukan. Indah menjadi linglung, melihat kondisi Rania yang kacau membuat gadis itu penasaran, apa yang sebenarnya terjadi. Indah membantu Rania berdiri dan membawanya masuk ke dalam mobil. Untuk saja luka Rania tidak parah. *** Fajar sudah menelusuri semua area taman, tetapi ia masih belum menemukan Rania. Pria itu berdecak lalu menggaruk kepalanya frustasi. "Apa mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD