BAB 19

1026 Words

Sudah dua hari Rania selalu berdiam diri di rumah setelah pertengkarannya dengan Fajar di basement kantor waktu itu. Jangankan keluar rumah, menginjakkan kaki ke teras depan rumahnya saja bahkan tidak. Ia takut kalau tiba-tiba Fajar datang ke rumahnya. Empat hari lagi Rania akan wisuda. Papanya berjanji akan hadir di acara wisudanya. Rania akan mengurus perceraiannya dengan Fajar setelah papanya tiba di Indonesia. Ia harus membicarakan hal ini kepada orang tuanya terlebih dahulu. Rania keluar dari kamarnya dan pergi ke meja makan untuk sarapan pagi. Di sana ada Bi Aci yang sedang menyajikan makanan. "Pagi, Bik," sapa Rania pada Bi Aci. "Pagi juga , Non." Baru saja Rania akan mendudukkan bokongnya, tiba-tiba perutnya kembali merasa mual. Padahal baru beberapa menit yang lalu ia merasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD