BAB 20

1945 Words

Angin malam berhembus lembut. Menerpa kulit wanita yang saat ini sedang duduk di balkon kamarnya. Rambut panjangnya bergerak bebas mengikuti arah hembusan angin. Rania mematung. Pandangannya fokus menatap kosong ke arah langit malam. Tubuhnya terlihat lemas, seperti tidak ada semangat hidup. Di lain sisi, Fajar kini sudah berada di depan gerbang rumah Rania. Mengamati wanita itu dari sana. Kebetulan gerbang terbuka. "Apa aku masuk aja?" Fajar berguman. Pria itu jadi bimbang antara masuk atau tidak ke rumah Rania. Terhitung semenjak kejadian di taman waktu itu, sudah empat hari Rania tidak pulang. Fajar pun juga tidak pulang ke rumah orang tuanya, ia tinggal di apartemen. Ia berbohong lagi pada orang tuanya, mengatakan kalau ia dan Rania tinggal di apartemen untuk beberapa hari karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD